Online Service
Poling
Bagaimana pelayanan Website kami ?
 

Kumpulan Artikel

PBB Tertarik Bekerjasama dengan Badilag

               Sebuah organisasi di bawah PBB yang bergerak di bidang populasi dan kependudukan, United Nations Population Fund (UNFPA), menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan Ditjen Badilag.

            Dua perwakilan UNFPA, Martha Santoso Ismail dan Ramot Nurlela Aritonang, Jumat (11/11/2011), menemui Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya untuk membicarakan hal itu. Keduanya didampingi Husein Muhammad dan Marzuki Wahid dari Rahima Institute.

            “Kami ingin mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama,” ujar Martha.

            Ia mengungkapkan, UNFPA merupakan organisasi yang sudah ada di Indonesia sejak 1972. Awalnya, UNFPA memfokuskan diri pada family planning atau di sini lebih dikenal dengan istilah Keluarga Berencana. Kemudian organisasi ini melebarkan sayapnya pada masalah kesehatan reproduksi.

            “Saat ini kami mengembangkan women crisis center di sejumlah pesantren di Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, dan beberapa daerah lain,” ujarnya.

            Di samping itu, UNFPA juga mengikat kerjasama dengan Komnas Perempuan dan pelbagai LSM yang konsen pada masalah perempuan.

            Ramot Nurlela Aritonang menambahkan, UNFPA sedang sedang menjajaki kerjasama dengan Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. “Kami juga bekerjasama dengan BP4 dalam hal penguatan hak-hak perempuan,” ungkapnya.

            Khusus di lingkungan Mahkamah Agung, UNFPA telah mengadakan kontak dengan Balitbang Diklat Kumdil. Dengan demikian, Badilag adalah organisasi di bawah MA kedua setelah Balitbang Diklat Kumdil yang digandeng UNFPA.

            Mengenai bentuk kerjasama, Marzuki Wahid menjelaskan, UNFPA akan menyelenggarakan pelatihan dalam format training for trainer. Untuk peradilan agama, pesertanya adalah para hakim. Silabusnya akan disusun kedua belah pihak.

            “Kita ingin kesadaran gender dan pemahaman mengenai KDRT dapat melembaga atau jadi sistem,” tutur Marzuki—yang juga editor buku “Courting Reform” edisi Bahasa Indonesia.

Read more...

 
Kegiatan

Dirjen Badilag Tentang Program “Religious Court Reform Awards”:

Kita Sering Menjadi “Bonek”

“Dalam banyak kegiatan, termasuk melaksanakan program “Religious Court Reform Awards”, kita ini berprilaku seperti ‘Bonek’, alias ‘bondo nekad’. Sering kali kita melakukan kegiatan yang kita tidak mempunyai anggaran khusus untuk itu, namun berhasil”.

Itulah kata-kata kunci yang dikemukakan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, di hadapan pertemuan para pejabat dan petugas yang akan melakukan penilaian  pelayanan meja informasi dan pelayanan publik di lingkungan peradilan agama.

Pertemuan yang dilaksanakan Senin (10/10) kemarin di ruang rapat Badilag itu membahas tentang kriteria dan standar penilaian,  sekaligus penyamaan persepsi para petugas penilai, yang akan melakukan tugasnya ke daerah, mulai minggu ini.

Kegiatan penilaian tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan pemberian “Religious Court Information Desk & Public Services Award”, yang direncanakankan berakhir bulan November 2011.

“Saya harap, saudara-saudara dapat melakukan tugas penilaian ini dengan penuh semangat, objektif, teliti dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah kita sepakati bersama”, pesan Dirjen kepada peserta pertemuan.

“RC Information Desk & Public Services Award”   bagian dari  “RC Reform Awards”

Sebagai mana telah direncanakan jauh sebelumnya -dan sebagian telah dilaksanakan-, bahkan diperkuat oleh keputusan Rakernas 2011,  Ditjen Badilag menyelenggarakan penganugerahan penghargaan berbagai bidang kepada Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah terbaik, dalam rangka mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan peradilan agama.

“Biar menarik perhatian, program ini dinamakan  ‘Religious Court Reform Awards’”, kata Dirjen.

‘RC Reform Awards’, tambah Dirjen, terdiri dari beberapa kegiatan penganugerahan. Di antaranya, ‘RC Website Award’, ‘RC Information Desk & Public Services Award’, ‘RC SIADPA Award’, dan ‘RC Legal Aid Award’.

“Ke depan, bisa ditambah lagi, missal dengan ‘RC SIKEP Award’, ‘RC Mediation Award’ dan mungkin ‘award-award’ yang lainnya lagi”, tambah Dirjen penuh semangat.

Penganugerahan ‘award’ ini tidak hanya dilakukan satu kali atau tahun ini saja, tapi berkelanjutan. “Misalnya tahun ini, yang telah dilakukan adalah penganugerahan ‘RC Website Award’, pada bulan Juni lalu. Dan kini kita sedang dalam proses penilaian untuk penganugerahan ‘RC Information Desk & Public Services Awards”.

Last Updated (Tuesday, 01 November 2011 02:07)

Read more...

 
Kegiatan

Sebanyak  357 Hakim PA Mendapatkan Mutasi/Promosi Jabatan Tahap II

Akhirnya gerbong mutasi tahap II bagi Hakim di lingkungan Peradilan Agama telah selesai dijalankan, sebanyak 357 orang Hakim, Wakil Ketua, Ketua MS/PA dan Hakim Tinggi MS/PTA mendapatkan Mutasi/Promosi jabatan. Pengumuman tersebut tertuang dalam surat Dirjen Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 2993/DjA/Kp.04.6/X/2011, tanggal 31 Oktober 2011.

Mutasi/promosi hakim tahap II ini merupakan hasil rapat Tim Promosi & Mutasi MA yang diadakan tanggal 25 Oktober 2011 kemarin.

Di penghujung bulan Oktober 2011 ini, para hakim peradilan agama kembali dikejutkan dengan kabar gembira yang dikeluarkan oleh Ditjen Badilag yaitu pengumuman mutasi/promosi tahap II.

Kabar gembira tersebut memang sudah sangat dinanti-nanti oleh warga peradilan agama khususnya hakim, mereka berharap-harap cemas nama mereka termasuk dalam daftar tersebut dimana sebelumnya tidak tercantum dalam mutas/promosi tahap I.

Dalam surat Dirjen tersebut dijelaskan bahwa mutasi/promosi ini adalah dalam rangka untuk mengisi kekosongan jabatan dan untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas.

Seperti diketahui, sebelumnya pada tanggal 23 Agustus kemarin, Ditjen Badilag telah melakukan mutasi/promosi kepada 597 orang Hakim, Wakil Ketua, Ketua MS/PA dan Hakim Tinggi MS/PTA.

Sehingga total keseluruhan pada tahun 2011 ini, Ditjen Badilag telah melakukan mutasi/promosi terhadap 954 orang hakim di lingkungan peradilan agama.

Last Updated (Tuesday, 01 November 2011 01:55)

Read more...

 
Kegiatan

Meja Informasi di Pengadilan Victoria

Melbourne | badilag.net

Warga peradilan agama se Indonesia boleh jadi sedang menunggu-nunggu siapa yang akan menyandang penghargaan bergengsi sebagai pengadilan agama/mahkamah syar’iyah terbaik dalam hal pelayanan publik dan meja informasi. Penantian itu akan terjawab Nopember 2011 mendatang setelah rampungnya penilaian tahap kedua yang kini sedang dilakukan Ditjen Badilag MA RI.

Sambil menunggu proses penilaian dan seleksi untuk anugerah ‘Information Desk and Public Services Award’, penulis mencoba menelusuri keberadaan meja informasi dan pelayanan publik di pengadilan-pengadilan yang berada di kota Melbourne, negara bagian Victoria, Australia.

Gbr. Tampak depan gedung Melbourne Magistrates' Court (abc.net.au)

Kali ini penulis tidak mengunjungi Family Court of Australia (FcoA) karena, selain untuk memperkaya khazanah dan bahan perbandingan, pengadilan ini juga sudah beberapa kali dikunjungi oleh delegasi Mahkamah Agung RI. Bahkan kunjungan terakhir delegasi Badilag akhir Juli 2011 lalu secara eksklusif mengkaji keberadaan meja informasi di pengadilan yang masuk dalam jurisdiksi federal (federal jurisdiction) ini.

Ada beberapa pengadilan di Melbourne yang masuk dalam jurisdiksi negara bagian (state jurisdiction) Victoria, seperti Melbourne Magistrates’ Court, County Court, dan Supreme Court of Victoria. Supreme Court of Victoria adalah pengadilan tertinggi di Victoria, sedangkan puncak pengadilan untuk seluruh pengadilan di Australia berada di the High Court of Australia yang kewenangannya jika dianalogikan dengan Indonesia merupakan gabungan dari Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

Dalam kesempatan yang berbeda-beda, penulis berusaha mengamati bagaimana meja informasi dijalankan di Melbourne Magistrates, County dan Supreme Court of Victoria. Sengaja pengamatan lebih difokuskan ke pelayanan meja informasi (tidak pelayanan publik secara umum) dengan pertimbangan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail.

Last Updated (Tuesday, 01 November 2011 01:54)

Read more...

 
Kegiatan

Rakernas MA Dalam Pemberitaan Media

            Rakernas MA 2011 telah berakhir Kamis kemarin (22/9). Yang berbeda dari Rakernas sebelumnya adalah nuansa pemanfaatan teknologi informasi yang sangat kental. Kejadian di ruang-ruang rapat tahunan MA ini langsung diwartakan ke penjuru dunia melalui Portal Rakernas. Kemudian, informasi di Portal ini disambungsiarkan oleh ratusan web dilingkungan peradilan. Tidak heran jika kita mengetik kata kunci “Rakernas Mahkamah Agung 2011’ di mesin pencari “google”, akan muncul ratusan alamat website peradilan yang memuat conten berita Rakernas.

            Namun, dapat  dipastikan website peradilan melihat Rakernas dari sudut pandang yang sama. Oleh karena, Redaksi mencoba menelusuri berita-berita online yang diturunkan oleh media massa sehingga bisa mengetahui bagaimana Rakernas MA 2011 dalam perspektif Media.

            Pada saat pembukaan media rata-rata menyoroti pidato Ketua MA tentang pemberdayaan pengadilan tingkat banding. Berita ini diturunkan oleh Tribun News.Com dengan judul berita "Ribuan Hakim se-Indonesia Hadiri Rakernas MA". Hukum Online juga menulis perspektif yang sama dengan judul "Untuk Pengawasan, MA Andalkan Pengadilan Tinggi".

Read more...

 
Kegiatan

Rakernas Resmi Ditutup, Ketua MA Teteskan Air Mata

Jakarta l Portal Rakernas

            Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung tahun 2011 akhirnya rampung. Di Kratakau Ballroom, Hotel Mercure Ancol, Ketua MA Harifin A Tumpa menutup acara yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 September 2011 ini.

            “Dengan mengucapkan alhamudilillah, saya nyatakan Rakernas Mahkamah Agung tahun 2011 resmi ditutup,” ucap Ketua MA.

            Dalam sambutannya, Ketua MA menyatakan kebahagiannya karena Rakernas kali ini berlangsung dengan baik dan lancar.

            Secara khusus, Ketua MA mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas yang berbasis Teknologi Informasi. “Sistem ini lebih bagus dan lebih murah dari biasanya,” ungkapnya.

            Menurut Ketua MA, sukses tidaknya Rakernas merupakan tanggung jawab yang besar dari panitia Rakernas, yang meliputi panitia pengarah dan panitia pelaksana.

            “Pimpinan MA menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras saudara-saudara,” ujar Ketua MA.

            Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Wahyu Widiana menyatakan, Rakernas tahun ini pada mulanya akan diikuti oleh 1735 peserta. Tetapi ternyata ada beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti Rakernas karena sakit.

            “Di antaranya adalah Yang Mulai Ketua Muda Uldilag Bapak Andi Syamsu Alam,” ujar Wahyu Widiana.

Air mata perpisahan

Gambar : Ketua PA Kudus (dua dari kiri) dalam acara Rakernas MA 2011

            Suasana haru menyelimuti Krakatau Ballroom ketika Ketua MA berbicara di mimbar. Beberapa kali, Ketua MA tampak tak bisa membendung air matanya.

Last Updated (Tuesday, 27 September 2011 01:59)

Read more...