Online Service
Poling
Bagaimana pelayanan Website kami ?
 

Kegiatan

BEDAH BERKAS DAN PEMBINAAN RUTIN AKHIR BULAN MARET  2012

(Ketua Pengadilan Agama Kudus Drs.H.Wahid Abidin.MH., dengan didampingi Wakil Ketua H.Hasanuddin, SH.,MH. dan Panitera Sekretaris Drs. H.Lukman Hakim sedang memberikan arahan dan pembinaan)

Bertempat di Ruang rapat Pengadilan Agama Kudus, Jum’at (30-03-2012) pukul 09.00 seluruh pejabat dan pegawai Pengadilan Agama Kudus melaksanakan rapat rutin bulanan yang diisi dengan bimbingan teknis (bimtek) dengan agenda bedah berkas dan membahas hal-hal yang dianggap perlu. Meskipun tidak semuanya bisa dibicarakan dalam rapat tersebut karena kondisi waktu yang tidak memungkinkan akan tetapi cukup memberikan banyak informasi dan evaluasi untuk persiapan menuju yang lebih baik lagi.

Last Updated (Thursday, 07 June 2012 05:09)

Read more...

 
Kumpulan Artikel

Berkas yang Menggunung dan Digerogoti Rayap, Mau Diapakan?

 

 

 

Kertas-kertas itu sudah usang dan lapuk. Di sana-sini digerogoti rayap. Sebagian dibiarkan bertebaran. Sebagian lainnya dimasukkan karung. Masyarakat pencari keadilan bisa leluasa melihatnya. Sebab,  bukannya ditaruh di ruangan khusus, berkas-berkas itu dibiarkan menggunung dan berserakan di dekat ruang tunggu.

Kamis pekan lalu, Dirjen Badilag Wahyu Widiana berkesempatan melihat langsung pemandangan kurang sedap itu, ketika berkunjung ke PA Makassar.

Last Updated (Monday, 11 June 2012 12:19)

Read more...

 
Kumpulan Artikel

Implementasi Aplikasi SIADPA di Awal Tahun 2012

Gbr. Tampak Dirjen Badilag (tengah) di dampingi sebelah kiri Drs. Hidayatullah. MS, MH dan sebelah kanan Drs. Zainudin Fajari, SH, MH

“Modal nekat” demikianlah kira-kira perumpamaan Direktur jenderal Badan Peradilan Agama untuk “gebrakan-gebrakan” Badilag dalam rangka meningkatkan kinerja peradilan agama.

Hal tersebut beliau sampaikan pada acara pembukaan penyempurnaan dan pengesahan aplikasi SIADPA/SIADPTA Plus yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag MARI  dari  tanggal 20 s.d 22 Desember 2011 di Bandung.

Ungkapan yang beliau utarakan di depan  34 peserta yang terdiri dari Hakim, Panitera, Panitera Pengganti, Panitera Muda, Jurusita  maupun pelaksana admin tersebut, juga menjadi bentuk kebanggaan terhadap pengembangan aplikasi SIADPA yang selama ini tidak ada anggaran khusus namun dapat mengembangkan  sebuah  aplikasi manajemen keperkaraan di lingkungan peradilan agama yang memposisikan Peradilan Agama pada posisi yang patut dibanggakan dalam hal penyelesaian administrasi keperkaraannya.

Rasa bangganya, beliau titik beratkan pada keberhasilan pencapaian peningkatan kinerja aparatur peradilan agama melalui sarana kerja yang dapat dipenuhi dengan “modal” yang evisien untuk lingkup Pengadilan dan Pengadilan Tinggi Agama seluruh indonesia.

Menurutnya, keberhasilan ini dicapai dengan penanaman motivasi yang tepat sehingga seluruh personil di lingkungan Peradilan Agama merasa memiliki dan bangga terhadap aplikasi SIADPA/SIADPTA Plus dan dalam pemanfaatannya tidak terbebani apikasi tersebut.

Last Updated (Wednesday, 21 December 2011 03:14)

Read more...

 
Kumpulan Artikel

PBB Tertarik Bekerjasama dengan Badilag

               Sebuah organisasi di bawah PBB yang bergerak di bidang populasi dan kependudukan, United Nations Population Fund (UNFPA), menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan Ditjen Badilag.

            Dua perwakilan UNFPA, Martha Santoso Ismail dan Ramot Nurlela Aritonang, Jumat (11/11/2011), menemui Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya untuk membicarakan hal itu. Keduanya didampingi Husein Muhammad dan Marzuki Wahid dari Rahima Institute.

            “Kami ingin mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama,” ujar Martha.

            Ia mengungkapkan, UNFPA merupakan organisasi yang sudah ada di Indonesia sejak 1972. Awalnya, UNFPA memfokuskan diri pada family planning atau di sini lebih dikenal dengan istilah Keluarga Berencana. Kemudian organisasi ini melebarkan sayapnya pada masalah kesehatan reproduksi.

            “Saat ini kami mengembangkan women crisis center di sejumlah pesantren di Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, dan beberapa daerah lain,” ujarnya.

            Di samping itu, UNFPA juga mengikat kerjasama dengan Komnas Perempuan dan pelbagai LSM yang konsen pada masalah perempuan.

            Ramot Nurlela Aritonang menambahkan, UNFPA sedang sedang menjajaki kerjasama dengan Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. “Kami juga bekerjasama dengan BP4 dalam hal penguatan hak-hak perempuan,” ungkapnya.

            Khusus di lingkungan Mahkamah Agung, UNFPA telah mengadakan kontak dengan Balitbang Diklat Kumdil. Dengan demikian, Badilag adalah organisasi di bawah MA kedua setelah Balitbang Diklat Kumdil yang digandeng UNFPA.

            Mengenai bentuk kerjasama, Marzuki Wahid menjelaskan, UNFPA akan menyelenggarakan pelatihan dalam format training for trainer. Untuk peradilan agama, pesertanya adalah para hakim. Silabusnya akan disusun kedua belah pihak.

            “Kita ingin kesadaran gender dan pemahaman mengenai KDRT dapat melembaga atau jadi sistem,” tutur Marzuki—yang juga editor buku “Courting Reform” edisi Bahasa Indonesia.

Read more...

 
Kegiatan

Dirjen Badilag Tentang Program “Religious Court Reform Awards”:

Kita Sering Menjadi “Bonek”

“Dalam banyak kegiatan, termasuk melaksanakan program “Religious Court Reform Awards”, kita ini berprilaku seperti ‘Bonek’, alias ‘bondo nekad’. Sering kali kita melakukan kegiatan yang kita tidak mempunyai anggaran khusus untuk itu, namun berhasil”.

Itulah kata-kata kunci yang dikemukakan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, di hadapan pertemuan para pejabat dan petugas yang akan melakukan penilaian  pelayanan meja informasi dan pelayanan publik di lingkungan peradilan agama.

Pertemuan yang dilaksanakan Senin (10/10) kemarin di ruang rapat Badilag itu membahas tentang kriteria dan standar penilaian,  sekaligus penyamaan persepsi para petugas penilai, yang akan melakukan tugasnya ke daerah, mulai minggu ini.

Kegiatan penilaian tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan pemberian “Religious Court Information Desk & Public Services Award”, yang direncanakankan berakhir bulan November 2011.

“Saya harap, saudara-saudara dapat melakukan tugas penilaian ini dengan penuh semangat, objektif, teliti dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah kita sepakati bersama”, pesan Dirjen kepada peserta pertemuan.

“RC Information Desk & Public Services Award”   bagian dari  “RC Reform Awards”

Sebagai mana telah direncanakan jauh sebelumnya -dan sebagian telah dilaksanakan-, bahkan diperkuat oleh keputusan Rakernas 2011,  Ditjen Badilag menyelenggarakan penganugerahan penghargaan berbagai bidang kepada Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah terbaik, dalam rangka mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan peradilan agama.

“Biar menarik perhatian, program ini dinamakan  ‘Religious Court Reform Awards’”, kata Dirjen.

‘RC Reform Awards’, tambah Dirjen, terdiri dari beberapa kegiatan penganugerahan. Di antaranya, ‘RC Website Award’, ‘RC Information Desk & Public Services Award’, ‘RC SIADPA Award’, dan ‘RC Legal Aid Award’.

“Ke depan, bisa ditambah lagi, missal dengan ‘RC SIKEP Award’, ‘RC Mediation Award’ dan mungkin ‘award-award’ yang lainnya lagi”, tambah Dirjen penuh semangat.

Penganugerahan ‘award’ ini tidak hanya dilakukan satu kali atau tahun ini saja, tapi berkelanjutan. “Misalnya tahun ini, yang telah dilakukan adalah penganugerahan ‘RC Website Award’, pada bulan Juni lalu. Dan kini kita sedang dalam proses penilaian untuk penganugerahan ‘RC Information Desk & Public Services Awards”.

Last Updated (Tuesday, 01 November 2011 02:07)

Read more...

 
Kegiatan

Sebanyak  357 Hakim PA Mendapatkan Mutasi/Promosi Jabatan Tahap II

Akhirnya gerbong mutasi tahap II bagi Hakim di lingkungan Peradilan Agama telah selesai dijalankan, sebanyak 357 orang Hakim, Wakil Ketua, Ketua MS/PA dan Hakim Tinggi MS/PTA mendapatkan Mutasi/Promosi jabatan. Pengumuman tersebut tertuang dalam surat Dirjen Badan Peradilan Agama MA RI Nomor : 2993/DjA/Kp.04.6/X/2011, tanggal 31 Oktober 2011.

Mutasi/promosi hakim tahap II ini merupakan hasil rapat Tim Promosi & Mutasi MA yang diadakan tanggal 25 Oktober 2011 kemarin.

Di penghujung bulan Oktober 2011 ini, para hakim peradilan agama kembali dikejutkan dengan kabar gembira yang dikeluarkan oleh Ditjen Badilag yaitu pengumuman mutasi/promosi tahap II.

Kabar gembira tersebut memang sudah sangat dinanti-nanti oleh warga peradilan agama khususnya hakim, mereka berharap-harap cemas nama mereka termasuk dalam daftar tersebut dimana sebelumnya tidak tercantum dalam mutas/promosi tahap I.

Dalam surat Dirjen tersebut dijelaskan bahwa mutasi/promosi ini adalah dalam rangka untuk mengisi kekosongan jabatan dan untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas.

Seperti diketahui, sebelumnya pada tanggal 23 Agustus kemarin, Ditjen Badilag telah melakukan mutasi/promosi kepada 597 orang Hakim, Wakil Ketua, Ketua MS/PA dan Hakim Tinggi MS/PTA.

Sehingga total keseluruhan pada tahun 2011 ini, Ditjen Badilag telah melakukan mutasi/promosi terhadap 954 orang hakim di lingkungan peradilan agama.

Last Updated (Tuesday, 01 November 2011 01:55)

Read more...